CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, Maret 23, 2009

Sisitivi Similikiti

Semua orang pasti gak sukak kalo diawasi. Karena diawasi itu memang sangat tidak mengenakkan skali. Kita jadi kayak napi di penjara, kayak burung dara di kandangnya.*kenapa musti burung dara?karna gak lucu aja kalo aku tulis "kayak gorila bunting di kandangnya", trus kalo gitu kandangnya sebesar apa cobak?*

Nah, sayangnya hal itu sekarang menimpa aku. Yah, serba diawasi. Tau knapa?? Karena sekarang di setiap sudut sekolahku telah terpasang kamera sisitivi. Anda bingung apa itu kamera sisitivi?? Perlu diketahui bahwa sisitivi adalah bahasa Swahili dari CCTV. Yah, kamera CCTV, ato yang biasa dikenal dengan istilah KAMERA PENGAWAS, KAMERA PENGINTAI, ato KAMERA PENGINTIP.*yang terakhir itu memang terdengar sedikit janggal*

Dan, perlu diketahui jugak, bahwa menurut aku pemasangan kamera sisitivi itu adalah hal yang buruk. Buruk sekali.


Kenapa aku bisa mengatakan bahwa pemasangan kamera sisitivi adalah hal yang buruk sekali?? Tentu saja karena bagi aku yang sering bertingkah liar-nakal-dan-binal-seperti-kadal ini, kehadiran kamera sisitivi berarti membatasi kegiatan-kegiatan semi-autis yang biasa aku lakukan.

Ditambah lagi pemasangan kamera sisitivi yang merata di seluruh kawasan sekolah. Untuk diketahui, selain terpasang di setiap kelas, kamera sisitivi di sekolahku jugak terpasang di koperasi, kantin, tempat parkir, dan beberapa tempat lainnya. Pokoknya bener-bener merata. Kalaupun ada tempat di sekolahku yang tidak terawasi oleh sisitivi, tempat itu hanyalah Kamar Mandi. Yah, Kamar Mandi....doang.*Ya iyalah. Emangnya mau ngawasi apa mau bikin pilem bokep?*

Pemasangan kamera sisitivi yang merata inilah yang membuat aku merasa semakin terbatasi.

Sisitivi...Oh Sisitivi


Sebagai contoh, pemasangan di kelas. Pemasangan kamera sisitivi di kelas merupakan salah satu yang terburuk. Karena, dengan adanya kamera sisitivi di kelas, aku gak bisa lagi bertingkah kayak babi-lumping-kesurupan lagi. Aku jadi harus sedikit menata tingkah lakuku. Sedikit jaim.

Gak lucu aja kalo pas di dalam kelas aku terekam sedang tertidur pulas disertai oleh iler yang membasahi *atau membanjiri* seluruh meja. Aku jugak gak mau orang lain tau bahwa ternyata noda-noda hitam kecil yang menempel di papan tulis kelas nan indah itu ternyata adalah kumpulan upil-upilku. Selain itu, dengan terpasangnya kamera sisitivi di kelasku, aku jugak harus membuang jauh-jauh berbagai macam kebiasaan burukku, seperti:
  1. Ngupil dengan menggunakan jempol kaki.
  2. Nggambar supermen di meja lengkap dengan celana dalem merahnya.
  3. Nempelin tulisan "AWAS, SAYA HOMO!" di punggung temenku pas guru di depan kelas.
Yah, demi citra yang baik di depan guru-guru yang senantiasa memantau rekaman sisitivi dan jugak agar tidak dicap sebagai anak yang nakal dan tidak berbakti kepada kedua orang tua, akhirnya aku harus rela untuk mencoba meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaanku itu.

Selain itu, karena kamera sisitivi jugak terpasang dengan manisnya di kantin dan tempat parkir, aku jugak harus semakin waspada untuk menghindari hal-hal yang buruk dan tidak diinginkan.

Contohnya, mulai sekarang aku harus meninggalkan kebiasaan "MAEM BAKSO TANPA BAYAR". Aku gak mau pas abis maem bakso tanpa bayar terus berniat melarikan diri tiba-tiba gerobak bakso mendarat dengan mulusnya di tubuh kerempengku. Aku jugak harus mulai makan mi pangsit melalui lobang mulut, tidak melalui lobang idung ato lobang kuping seperti sebelum-sebelumnya. Dan, yang paling sulit adalah, aku harus membiasakan diri untuk makan nasi, bukan makan rumput.*kambing yak?*

Di tempat parkir pun jugak seperti itu. Aku kudu selalu jaim. Tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan sekolah, norma agama, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Empat puluh Lima. Aku gak bisa lagi nggembosin ban motor anak-anak yang gak aku suka. Gak bisa lagi naruh permen karet di jok motor orang lain dengan seenaknya. Dan, kalo kebelet pipis, aku kudu pergi ke toilet, gak boleh pipis di helm-helm yang nangkring begitu saja.

Jadi, intinya sekarang kemana-mana aku harus selalu menjaga diri. Menjaga diri untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan semi-autis yang sebelumnya menjadi kebiasaanku sehari-hari. Senantiasa mencoba bertingkah sopan, menawan, budiman, superman, batman, pi-man, ultraman, dan akhirnya kejang-kejang berbusa karena ayan.*lho?!?!*

Yah..itu semua semata-mata karena sisitivi. SISITIVI.....SIMILIKITI.

-KECENKHATKOR bornboredie-
Read More Or Be A Pig…

0 comments: