CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, Juli 05, 2009

Bokong Merah Merona dan Buah Pepaya

Dulunya aku berpikir kalo wisuda tingkat SMA adalah merupakan hal yang sederhana. Perlu diketahui oleh khalayak ramai, lima hal yang terlintas di benakku mengenai wisuda masa SMA adalah:

  1. Duduk sekian lama sampek bokong kita merah merona.
  2. Maju ke depan dan menerima piagam dari Bapak Kepala Sekolah yang tercinta.
  3. Duduk sekian lama lagi, kali ini sampek bokong kita berubah menjadi lonjong kayak buah pepaya.
  4. Poto-poto bersama teman dan keluarga.
  5. Selesai.
Tapi ternyata sodara-sodara, wisuda masa SMA-ku seminggu yang lalu itu telah mengubah anggapanku bahwa wisuda masa SMA adalah hal yang sederhana.

Ceritanya, wisuda masa SMA-ku diselenggarakan hari Sabtu minggu lalu. Sejak pagi harinya udah banyak hal-hal yang tidak beres menimpa aku. Sehari sebelumnya Pak Kepsek udah mengumumkan bahwa pada hari-H wisuda para wisudawan dan wisudawati diharuskan kumpul di sekolah jam setengah tujuh tepat. Tapi, bukannya bangun pagi-pagi untuk kemudian berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wisuda berjalan dengan aman-tentram-damai-adil-dan sejahtera, pas hari-H wisuda itu aku malah bangun jam tujuh dengan santainya.

Alhasil, waktu mandi yang biasanya aku lewatkan dengan nyanyi-nyanyi lagu yang sedang hits seperti Status Palsu (lagunya Vidi), Hampa Hatiku(lagunya Ungu), ato Asin Upilku(yang ini gak tau lagunya sapa), pagi itu jadi aku lewatkan dengan umpatan-umpatan dalem ati karena semuanya jadi serba terburu-buru.

Pas sampek di sekolah aku ditanyain sama salah satu guruku alasan kenapa aku sampek dateng terlambat. Karena ingat pepatah yang mengatakan bahwa "Jujur pangkal mujur, gak jujur bakal jadi tukang bubur " *emang ada yak pepatah kayak gitu?*, dengan memasang wajah tak berdosa aku menjawab, "Maap pak, tadi di jalanan macet." Nah lho, jadi bo'ong lagi, doakan aku biar besok gede gak jadi tukang bubur. Amin.

Akhirnya, peperangan yang sebenernya dimulai juga. Ya, duduk berlama-lama melewati banyak sekali rangkaian acara wisuda. Satu jam pertama aku masih menjalaninya dengan hati yang berbunga-bunga. Aku masih bisa senyum-senyum gak jelas ngliat diriku sendiri yang kalo diamati sebenernya gak jauh-jauh amat sama James Bond yang lagi pakek setelan jas.

James Bond

Satu jam selanjutnya aku mulai merasa resah, gundah, dan gelisah. Duduk mulai gak nyaman, bokong geser ke kiri dan ke kanan. Tapi aku tetap berusaha menenangkan diriku. Hatiku berbisik dengan lembutnya.."Sabar, sabar, sabar cenk. Kamu pasti bisa melewati semua ini."
Aku yang dasarnya tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar akhirnya mulai mencari serangkaian kegiatan untuk menghabiskan waktu. Mulai pasang headset dan dengerin musik di hape, bikin pesawat terbang dari bekas kardus makanan, sampek sibuk nyari upil seukuran batu kali untuk kemudian ditempelkan di baju teman-teman.

Beberapa menit kemudian kesabaranku mencapai batasnya. Hatiku yang tadinya berbisik dengan lembutnya udah mulai bergejolak dan berteriak.."BAKAR, BAKAR, BAKAR CENK. KAMU PASTI BISA MEMBAKAR SEMUA INI." Ya, emang hanya perbedaan tipis yang memisahkan antara kata SABAR dan BAKAR.

Akhirnya daripada ijazahku ditahan karena membakar semuanya dan mengacaukan acara wisuda, aku memilih untuk ijin ke kamar mandi. Bukan, aku ke kamar mandi bukannya mau mancing ikan Lou Han di lobang kloset. Aku juga bukan mau merubah tulisan "SEHABIS KENCING HARAP DISIRAM" menjadi "SEHABIS KENCING HARAP DIJILAT". Aku ke kamar mandi cuman mau menikmati asap tembakau, menenangkan diri sendiri.

Sehabis kembali dari kamar mandi, aku kembali bisa duduk dengan tenang. Tapi itu gak bertahan lama. Beberapa menit kemudian aku kembali jadi gila. Rasa hati ingin berteriak, mengakhiri semuanya. Satu menit rasanya kayak satu taun. Aku mulai garuk-garuk jidat, garuk-garuk idung, dan garuk-garuk pantat yang sepertinya sudah benar-benar merah merona dan berubah bentuk menjadi lonjong seperti buah pepaya.

Anoa Purbakala

Akhirnya, setelah merasa bener-bener udah lumutan dan pohon trembesi udah tumbuh dari lobang kupingku, acara wisuda pun selesai. Aku bener-bener lega dan senang gembira. Pingin rasanya merayakannya dengan koprol ke depan dan belakang dilanjutkan dengan lompat harimau serta gerakan-gerakan senam lantai idiot yang lainnya.

Malem harinya di rumah aku mikir. Akhirnya aku bukan anak SMA lagi. Selamat tinggal masa SMA, selamat tinggal seragam putih abu-abu, selamat tinggal gado-gado kantin seharga empat ribu. Ucapkan selamat datang untuk dunia yang baru, dunia mahasiswa yang mengharu biru.

Sekarang, mari memulai hidup baru.

-KECENKHATKOR bornboredie-
Read More Or Be A Pig…

Selasa, Juni 23, 2009

Susu Jenius Enak Sekali

Huff...gak krasa aku udah lama gak bikin postingan. Aku sempet kaget setengah matang pas liat daftar postinganku yang menunjukkan bahwa terakhir kali aku bikin postingan adalah tanggal 27 April. Itu berarti udah hampir dua bulan aku gak ngurusi blogku yang hina ini.

Gak tau kenapa kemarin-kemarin itu aku emang ngrasa muales piol buat ngurusin blog. Tiap hari emang onlen, tapi malah sibuk ngurus fesbuk, baca brita, ato hal-hal lain yang tidak perlu disebutkan seperti : Googling potonya Sora Aoi, ato cari video Leah Dizon di You Tube..*lho, kok akhirnya disebutin yak?* Oh iyak, satu lagi, berburu update brita terbaru tentang Mbah Surip. Sekarang ini aku ngrasa sosok Mbah Surip lebih karismatik daripada para Capres yang lagi sibuk obral janji. Aku jugak tersepona ngliat rambutnya Mbah Surip yang aku sendiri sebenarnya sulit membedakan apakah itu benar-benar rambut ato keset coklat yang di taruh di depan rumah yang ada tulisannya "WELCOME" itu. *ampun mbah..ampun..SAYA JANGAN DIGENDONG YAK MBAH!!*


Dan, pas aku akhirnya bukak blogku ini, sekali lagi aku dibuat terkejut oleh komen-komen gak penting yang ada di kotak Shout Mix-ku. Cobak liat de, disana ada yang nulis "Panduan Gratis Mendapatkan 1 Juta Pertama Anda dari Internet" ato "Rahasia Membuat Surat Penjualan Super Ampuh yang Tidak Bisa Ditolak Siapapun". Buat pihak-pihak yang nulis itu di kolom Shout Mix-ku aku cuman pengen ngomong, sori, aku gak tertarik sama hal-hal kayak begituan.

Kalo emang pengen bikin aku tertarik dan tersepona, cobak aja nulis "Panduan Gratis Mendapatkan 1 Juta Pertama Anda dari Ngepet di Rumah Tetangga" ato "Rahasia Di Balik Kumis Capres Yusuf Kalla yang Mirip Kumis Kirun" di kotak Shout Mix-ku. Selamat mencoba.

***

Akhir-akhir ini aku sering nganggur. Daftar pekerjaanku yang dulu adalah sebagai berikut :
  1. Sekolah
  2. Les
  3. Belajar
  4. Tidur
  5. dan Boker
sekarang berubah menjadi sebagai berikut :
  1. Tidur
  2. Boker
  3. Tidur
  4. Boker
  5. dan Tidur dan Boker dan Tidur Lagi dan Boker Lagi.
Intinya ya itu tadi, aku sering nganggur. Aku jadi sering tiduran di kamar dan melakukan aktifitas-aktifitas gak penting lainnya.

Nah, pada satu siang ada hal yang membuat aku tersepona pas aku lagi tiduran di kamar. Aku liat orang jualan susu keliling yang menurut aku lain daripada yang lain. Maaf, kalo ada yang berpikiran bahwa si Penjual Susu ini berkeliling komplek menawarkan susu dagangannya sambil bertelanjang dada dan hanya memakai koteka, SEKALI LAGI MAAF, ANDA SALAH!

Lantas, apakah yang membuat si Penjual Susu ini jadi lain daripada yang lain?? Jawabannya adalah.....THEME SONG-nya. Jadi, si Penjual Susu ini naik sepeda sambil diiringi musik yang nurut aku sungguh menyentuh hati. Berikut liriknya :

Susu jenius eeeeenaaaaak sekaliiiii..
SUSU JENIUS ??? UENAK SEKALI!!

Tolelolelot Tolelot Telolet..
Tolelolelot Telot Telolet..

Lagu yang BENAR-BENAR MENYENTUH HATI. Seketika timbul berbagai macam pertanyaan-pertanyaan di benakku, seperti :
  1. Setan macam apa yang bikin lagu kayak gini?
  2. Kenapa merk susunya kudu SUSU JENIUS?
  3. Benarkah SUSU JENIUS berasal dari susu komodo?
dan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Tapi..apapun yang terjadi..SUSU JENIUS MEMANG ENAK SEKALI.

-KECENKHATKOR bornboredie-
Read More Or Be A Pig…

Senin, April 27, 2009

Say No to Celana Dalem

Tanggal 22 April kemarin aku ulang tahun. Pada tanggal yang sama, 18 tahun lalu aku dilahirkan dengan selamat-sentosa-aman-sejahtera. Ingat, DILAHIRKAN...bukan DIMUNTAHKAN.*emang biji salak yak dimuntahkan sgala?*. Dan, yang perlu diingat jugak, AKU INI ANAK KANDUNG, bukan ANAK PUNGUT. Sekali lagi BUKAN ANAK PUNGUT. Jadi, kalo ada yang denger gosip bahwa seorang Kecenkhatkor adalah anak pungut yang ditemukan di selokan ato lobang kloset, percayalah sodara-sodara, itu hanyalah fiktif belaka.

Gak krasa sekarang aku udah tambah tua. 18 tahun emang cukup spesial. Cobak amati aja, biasanya di gerobak orang jualan rokok kan ada tulisan "HANYA MENJUAL ROKOK PADA PEROKOK BERUSIA 18 TAHUN KEATAS". Selain itu, biasanya kalo ada film-film yang berbau bokep gitu pasti ada labelnya "17+". Karena sekarang aku udah 18 tahun, aku jadi bisa bebas beli rokok dan membokep dimana aja. MERDEKA!


Kalo misalnya ada yang protes pas aku mau beli rokok, tinggal jawab aja.."Kan udah 18 tahun!"..dan semuanya akan baik-baik saja. Trus kalo misalnya ada yang protes pas aku ketauan nonton bokep, skali lagi tinggal jawab aja.."Kan udah 18 tahun!"..dan panci pun mendarat di kepalaku dengan suksesnya.

Aku amat sangat bersyukur skali ulang tahunku bertepatan dengan UNAS. Karena bertepatan dengan UNAS, banyak diantara temen-temenku yang telat menyadari kalo aku lagi ulang tahun. Apakah artinya itu sodara-sodara? Itu artinya, AKU GAK JADI DICEMPLUNGIN KE KOLAM IKAN. Ouuu yeah.

Sumpah, ritual "DICEMPLUNGIN KE KOLAM IKAN" itu merupakan ide yang buruk. Buruk sekali. Aku pribadi lebih seneng nyemplung ke kobokan tangan daripada ke kolam ikan. Aku cuman ngrasa gak nyaman aja kalo nantinya ada ikan yang menggeliat dengan seksinya di dalem celanaku. Benar-benar bukan hal yang menyenangkan.

Berkaitan dengan kado, udah ada beberapa yang ngasi aku kado. Ada yang ngado baju koko lengkap dengan pecinya, ada jugak yang ngado sabuk. Bagi yang belum ngado, aku siap nrima kado 24 jam non-stop. Silahkan ngado apa saja. Mejikjer, panci, wajan, lemari, spring bed, kompor, kulkas, semuanya aku terima dengan lapang dada. Tapi inget, JANGAN NGADO CELANA DALEM.

Tenang, ini bukan berarti aku gak pernah makek celana dalem dan kemudian makek koteka. Bukan, bukan seperti itu. Celana dalemku udah banyak aja. Warna warni pula. Jadi maap, aku gak nrima kado celana dalem.

SAY NO TO CELANA DALEM!!

nb : Kalo ada celana dalem yang gambar Ultramen boleh deh..

-KECENKHATKOR bornboredie-
Read More Or Be A Pig…

Sabtu, April 25, 2009

Comeback Kid

Akhirnya UAN slese juga. Biyuh *baBI nguYUH*, rasanya lega banget. Kelegaan yang aku rasakan udah kayak orang yang menemukan toilet setelah tiga taun menahan boker, kayak Romeo yang menemukan Juliet setelah berjuang setengah mati, dan kayak Budi Anduk yang akhirnya menemukan cinta sejati dalam hidupnya, Omaswati. Intinya, bener-bener lega. Tentu saja, kelegaan ini akan semakin sempurna kalo nantinya aku lulus dengan nilai memuaskan. Amin..amin..amin.

Dan akhirnya, aku bisa melakukan hal-hal yang harus tertunda selama masa-masa persiapan UAN. Demi UAN, memang banyak hal yang kudu aku tunda *tidak termasuk boker, AKU GAK PERNAH MENUNDA BOKER*. Dan ketika sekarang ini aku bebas melakukan apa aja, itu BENAR-BENAR MENYENANGKAN. Cipirili.

Untuk diketahui, selama masa-masa UAN aku bener-bener kayak BOLANG (Bocah Ilang). Jarang maen, kerjaannya blajar di kamar doang. Pagi blajar, siang blajar, sore blajar, malemnya ngepet.*lho?!?*


Pulang sekolah yang biasanya masi mampir kesana kemari berubah jadi langsung pulang ke rumah untuk belajar lagi. Aku benar-benar ilang dari peradaban. Ilangnya aku dari peradaban itu menimbulkan gosip-gosip yang aneh-aneh yang menyebar diantara temen-temenku. Ada yang bilang aku lagi sakit, ada yang bilang aku lagi putus cinta, dan banyak lagi gosip-gosip lainnya. Aku pribadi gak mempermasalahkan hal itu. Pokoknya selama aku gak digosipin cuti hamil ato daftar jadi TKW ke Nigeria aku gak akan mempermasalahkan mereka ngomong apa.

Intinya, saat itu bagi aku tiada hari tanpa blajar. Aku bener-bener berusaha mengamalkan pepatah-pepatah klasik, seperti..RAJIN PANGKAL PANDAI..HEMAT PANGKAL KAYA..dan pepatah klasik yang paling penting..BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA.

Terlihat aneh? Woke..woke..yang terakhir itu emang bukan pepatah klasik. Itu cuman tulisan yang biasa ditempel di dinding toilet umum. Selain tulisan "BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA", biasanya di toilet umum jugak terdapat tulisan "JANGAN BUANG PEMBALUT DI LOBANG KLOSET" ato "SEHABIS NGUPIL JANGAN DITEMPELIN DI DINDING".

Pokus..pokus.

Selama masa-masa aku ilang dari peradaban itu, aku sering merindukan aktivitas-aktivitas yang biasanya aku lakukan, seperti nonton tipi, ngopi dua ribu rupiah selama berjam-jam sama temen-temen, jalan sama MMSI, ato browsing internet mulai hal yang berguna seperti baca-baca berita, sampai hal-hal yang sama sekali gak berguna seperti nyari poto Mandra yang lagi benerin gigi seksinya. Tak lupa, aktivitas paling prestisius bagi aku, judulnya.."TIDURAN di KAMAR SAMBIL DENGERIN MP3 SAMBIL BACA KORAN SAMBIL MINUM KOPI SAMBIL NGEMIL dan SAMBIL NGUPIL".*bujubuset, SAMBIL nya banyak banget yak?* Dan, karena sekarang UAN udah slese, aku pun bisa dengan bebas kembali menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut.

Kayak siang tadi, aku nonton acara tipi yang judulnya "PENTING BANGET". Sumpah, setelah beberapa menit nonton acara ini aku mulai berpikir ada baiknya judul acaranya diubah menjadi "SINTING BANGET". Bayangin aja, dalam acara itu ada scene dimana pesertanya harus goyang-goyangin wajah dengan brutal kayak orang abis minum pipisnya sendiri biar buletan-buletan snack yang ditempelin di wajahnya bisa berjatuhan. Semakin banyak buletan-buletan snack yang berjatuhan maka akan semakin banyak pula poin yang akan didapatkan.

Di scene yang lain, para peserta diharuskan memakai stocking di kepala, trus stockingnya dikaitkan ke semacam dinding dan peserta diharuskan berjalan memasukkan pensil yang terikat di pantat ke dalem botol dengan muka yang gak karuan karena kegencet stocking yang molor karena dikaitkan ke dinding tadi. Pas ngeliat scene yang ini aku jadi gak bisa membedakan antara muka peserta dan kue tart yang ancur kelindes kapal selam. Sumpah, BENER-BENER GAK PENTING dan BENER-BENER SINTING.

Selain nonton acara yang GAK PENTING BANGET itu tadi, aku jugak udah sempet TIDURAN di KAMAR SAMBIL DENGERIN MP3 SAMBIL BACA KORAN SAMBIL MINUM KOPI SAMBIL NGEMIL dan SAMBIL NGUPIL. Setiap aku melakukan aktivitas ini aku kayak ngrasa melayang-layang di awan. Gak tau knapa. Aku cuman ngrasa eksotis aja. Pewe. Bener-bener pewe.

Sekarang udah banyak daftar kegiatan yang menunggu untuk dilaksanakan. Mulai ngopi sama temen-temen nanti malem, diteruskan dengan browsing internet sampek elek, dan jalan-jalan sama MMSI di esok hari.

Ya..aku telah kembali. Gak jadi Bolang lagi..
Here I am..COMEBACK KID..

-KECENKHATKOR bornboredie-
Read More Or Be A Pig…